Tambang Emas

tambang emasJokowi janji bantu legalkan tambang emas rakyat

Merdeka.com – Wasekjen Bidang Organisasi Seknas Jokowi, Osmar Tanjung menuturkan, pemerintahan presiden terpilih Joko Widodo bakal membantu melegalkan tambang emas rakyat di Indonesia.

Osmar menuturkan, Jokowi akan menggunakan dasar hukum UU Desa untuk melegalkan tambang rakyat. Melalui aturan ini, Jokowi akan menjadikan desa sebagai pusat pembangunan.

“APRI (Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia) maunya menyelesaikan masalah soal izin. Saya bilang Seknas Jokowi mau bantu, daerah mana saja silakan. Kita dekati Bupati yang baik dan membuktikan izin ini persoalan kabupaten,” ucap Osmar dalam diskusi di Jakarta, Kamis.

Osmar mengakui selama ini masyarakat tambang tidak punya kesempatan untuk mengurus izin. Proses pengurusan izin sangat panjang dan berbelit-belit dan sehingga menyusahkan penambang kecil.

“Kepala pemerintah Bupati itu seharusnya melindungi rakyat. Intinya rakyat ini harus dilindungi. Kalau kata Pak Jokowi negara hadir,” tegasnya.

Osmar berjanji, Seknas Jokowi akan membantu proyek tambang rakyat tersebut agar menjadi legal sehingga bisa memberi pemasukan untuk negara. Selama ini, praktik tambang emas masyarakat dianggap ilegal tapi justru kerap dihadapkan pada pungutan liar.

“Kalau ilegal sekarang dipalakin, lebih baik legal uangnya masukin negara mereka tidak keberatan masukin ke negara,” tutupnya.

Emas Logam Mulia

emasLogam Mulia atau yang sering dikenal masyarakat luas adalah Emas

Dalam ilmu kimia, logam mulia adalah logam yang tahan terhadap korosi maupun oksidasi. Beberapa contoh logam yang mulia secara kimia (unsur-unsur yang disetujui hampir seluruh kimiawan) diantaranya rutenium (Ru), rodium (Rh), paladium (Pd), perak (Ag), osmium (Os), iridium (Ir), platina (Pt), dan emas (Au).[1]

Daftar yang lebih inklusif memasukkan salah satu atau lebih dari raksa (Hg),[2][3][4] renium (Re)[5] atau tembaga (Cu) sebagai bagian dari logam mulia. Namun, titanium (Ti), niobium (Nb), dan tantalum (Ta) tidak termasuk sebagai logam mulia meskipun mereka sangat tahan terhadap korosi.

Umumnya logam-logam mulia memiliki harga yang tinggi, karena sifatnya yang langka dan tahan korosi. Logam mulia sangat sukar bereaksi dengan asam. Sekalipun begitu, sebagian logam mulia (misalnya emas) dapat dilarutkan dalam akua regia, yaitu campuran pekat dari asam nitrat dan asam klorida. Semua logam mulia merupakan anggota dari logam transisi.

Logam mulia biasa digunakan sebagai perhiasan dan mata uang (emas, perak), bahan tahan karat (stainless) seperti lapisan perak, ataupun katalis (misalnya platina).

Tambang Emas tanpa Merkuri

tambang emasLebak Jadi Percontohan Tambang Emas tanpa Merkuri.

REPUBLIKA.CO.ID, RANGKASBITUNG — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak membangun fasilitas pengolahan emas bebas merkuri. Proyek percontohan tersebut akan dibangun di wilayah pertambangan rakyat di Kampung Sampay, Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten.

Dirjen Pengelolaan Sampah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Tuti H Mintarsih melalui siaran resmi mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut selain menjalankan instruksi presiden tapi juga dapat memberikan manfaat yang baik. Seperti diketahui, Maret lalu presiden telah menyampaikan instruksi penghentian penggunaan merkuri di tambang rakyat

Pembangunan pertambangan tanpa merkuri ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Nasional Penghapusan Merkuri pada Penambangan Emas Skala Kecil (PESK). Pengelolaan fasilitas yang ditargetkan beroperasi pada November 2017 itu dilakukan penambang rakyat setempat dengan pendampingan penuh oleh KLHK.

“Saya juga mengharapkan pencemaran akibat kegiatan pertambangan emas di Kabupaten Lebak bisa berkurang. Untuk saat ini, baru satu alat saja yang dapat kita bantu,” kata Tuti.

Lebak dipilih menjadi lokasi percontohan karena besarnya potensi perluasan dampak pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh merkuri di wilayah tersebut. Dengan aliran sungai Lebak yang terbanyak di Jawa bagian barat, Lebak memiliki sejarah panjang dalam kegiatan pertambangan emas. Para penambang emas di lokasi tersebut mayoritas telah memiliki Ijin Pertambangan Rakyat

Menurut Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, kegiatan pertambangan emas yang dilakukan di Kabupaten Lebak selama ini telah berkontribusi besar terhadap pencemaran lingkungan. Kerjasama dengan KLHK merupakan salah satu cara untuk menanggulangi pencemaran lingkungan yang telah terjadi. “Sumbangsih yang baik terhadap alam yang ingin kita wariskan bagi anak cucu kita,” ujar Iti.

Dengan terbangunnya fasilitas pengolahan ini, ia melanjutkan, para penambang rakyat dapat terbiasa menggunakan metode pengolahan emas bebas merkuri. “Ini juga dapat menginspirasi pemerintah daerah lainnya yang memiliki Wilayah Pertambangan Rakyat untuk mereplikasi fasilitas serupa,” ujarnya.

Sehingga, kata dia, sasaran penghapusan penggunaan merkuri pada aktivitas pertambangan emas skala kecil (PESK) dapat terwujud.