SODIUM SIANIDA

Fungsi Sianida sesungguhnya dalam pertambangan emas.

Sianidasi Emas adalah teknik mengekstraksi emas dari bijih kadar rendah dengan mengubah emas ke kompleks koordinasi yang larut dalam air. Ini adalah proses yang paling umum digunakan untuk ekstraksi emas. Produksi reagen untuk pengolahan mineral untuk memulihkan emas, tembaga, seng dan perak mewakili sekitar 13% dari konsumsi sianida secara global, dengan 87% sisa sianida yang digunakan dalam proses industri lainnya seperti plastik, perekat, dan pestisida.

Description

SODIUM SIANIDA

Sodium Sianida atau yang lebih dikenal dengan sianida. Keunggulan bahan kimia sodium sianida sebagai salah satu produk best seller kami adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai salah satu jenis bahan kimia berbahaya yang kami miliki merupakan barang yang dibeli di PPI atau Perusahaan Perdagangan Indonesia, dimana kami telah memiliki surat-surat maupun ijin resmi untuk membeli dan memasarkan kepada customer diseluruh Indonesia
  2. Dengan kemasan berbentuk drum dengan volume 50 kg jaminan barang asli serta tersegel rapi
  3. Harga yang sangat kompettitif dan termurah di Seluruh Indonesia
  4. Konsultasi dengan kami gratis selama pengolahan tambang emas menggunakan produk kami.

Fungsi Sianida sesungguhnya dalam pertambangan emas.

Sianidasi Emas adalah teknik mengekstraksi emas dari bijih kadar rendah dengan mengubah emas ke kompleks koordinasi yang larut dalam air. Ini adalah proses yang paling umum digunakan untuk ekstraksi emas. Produksi reagen untuk pengolahan mineral untuk memulihkan emas, tembaga, seng dan perak mewakili sekitar 13% dari konsumsi sianida secara global, dengan 87% sisa sianida yang digunakan dalam proses industri lainnya seperti plastik, perekat, dan pestisida. Sianidasi yang dimaksud adalah merupakan proses pemisahan antara biji emas dengan partikel batu – batuan atau lumpur atau tanah sehingga kita memperoleh emas seutuhnya.

Berikut cara kerja pengolahan Emas dengan Sianida :

  1. Bahan berupa batuan dihaluskan dengan menggunakan alat grinding sehingga menjadi tepung (mesh + 200).
  2. Bahan di masukkan ke dalam tangki bahan, kemudian tambahkan H2O (2/3 dari bahan).
  3. Tambahkan Tohor (Kapur) hingga pH mencapai 10,2 – 10,5 dan kemudian tambahkan Nitrate (PbNO3) 0,05 %.
  4. Tambahkan Sianid 0.3 % sambil di aduk hingga (t = 48/72h) sambil di jaga pH larutan (10 – 11) dengan (T = 85°C).
  5. Kemudian saring, lalu filtrat di tambahkan karbon (4/1 bagian) dan di aduk hingga (t= 48h), kemudian di saring.
  6. Karbon dikeringkan lalu di bakar, hingga menjadi Bullion atau gunakan. (metode 1)
  7. Metode Merill Crow (dengan penambahan Zink Anode / Zink Dass), saring lalu dimurnikan / dibakar hingga menjadi Bullion. (metode 2)
  8. Karbon di hilangkan dari kandungan lain dengan Asam (3 / 5 %), selama (t =30/45m), kemudian di bilas dengan H2O selama (t = 2j) pada (T = 80°C – 90°C).
  9. Lakukan proses Pretreatment dengan menggunakan larutan Sianid 3 % dan Soda (NaOH) 3 % selama (t =15 – 20m) pada (T = 90°C – 100°C).
  10. Lakukan proses Recycle Elution dengan menggunakan larutan Sianid 3 % dan Soda 3 % selama (t = 2.5 j) pada (T = 110°C – 120°C).
  11. Lakukan proses Water Elution dengan menggunakan larutan H2O pada (T = 110°C – 120°C) selama (t = 1.45j).
  12. Lakukan proses Cooling.
  13. Saring kemudian lakukan proses elektrowining dengan (V = 3) dan (A = 50) selama (t = 3.5j). (metode 3)

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “SODIUM SIANIDA”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *